Kemarin kita udah bahas kenapa Senin itu namanya Senin. Sekarang giliran Januari sampai Desember. Ternyata, sebenarnya 12 nama bulan yang lo pakai di HP tiap hari itu nyomot semua dari kalender Romawi kuno.
Pertama, Asal usul nama Bulan Januari sampai Juni berasal dari dewa dan dewi.
Januari diambil dari Janus, dewa Romawi bermuka dua yang jaga pintu awal dan akhir. Makanya Januari jadi bulan pembuka tahun.
Selain itu, Februari datang dari kata Februa, ritual pembersihan di Roma kuno.
Maret dipersembahkan untuk Mars, dewa perang, karena dulu Maret adalah awal tahun Romawi.
Kemudian April diduga dari dewi Aphrodite, simbol musim semi.
Mei diambil dari Maia, dewi kesuburan.
Terakhir di paruh pertama, Juni dipersembahkan untuk Juno, dewi pernikahan dan pelindung wanita.

Selanjutnya, Juli sampai Desember lebih ke angka dan kaisar.
Juli awalnya disebut Quintilis, artinya bulan kelima. Tapi kemudian diubah jadi Juli untuk menghormati Julius Caesar.
Begitu juga Agustus. Dulu namanya Sextilis atau bulan keenam. Diganti jadi Agustus buat Kaisar Augustus.
Jadi kenapa September sampai Desember kok kedengarannya kayak angka?
Karena September dari Septem yang artinya 7, Oktober dari Octo yang artinya 8, November dari Novem yang artinya 9, dan Desember dari Decem yang artinya 10.
Tapi tunggu, kenapa September itu bulan ke-9, bukan ke-7?
Sebabnya sederhana. Dulu kalender Romawi dimulai dari Maret. Jadi Maret = bulan 1, September = bulan 7.
Ketika Januari dan Februari ditambah jadi awal tahun, nama bulannya nggak diganti. Makanya jadi nggak nyambung sampai sekarang.
Jadi gitu, nama bulan itu kayak kalender Romawi yang nyasar ke zaman sekarang.
Lucu kan, jadi gitu lo kemudian singkatnya kita pakai nama dewa dan kaisar 2000 tahun lalu cuma buat nandain gajian.
Mau lanjut seri etimologi? Next gue bakal bahas 7 kata serapan Arab yang kita pakai tiap hari tanpa sadar.
