Bintang-1.com /Kupang, 6 mei 2026_Umur hanyalah sebuah angka. Itulah yang terungkap saat melihat sosok Drs. Samuel Sellan (67). Usianya tidak lagi muda, namun masih banyak karya yang terus dia lakukan. Salah satunya adalah menjadi penulis buku dan pencipta lagu. Hal ini dilakukannya sebagai motivasi bagi generasi muda.
Berkarya di usia muda itu sudah biasa. Namun, terus berkarya dengan keterbatasan, itu merupakan hal yang luar biasa. Di sinilah titik puncak manusia dewasa yang beriman kepada Tuhan, berempati kepada sesama, dan peduli terhadap lingkungan.
“Saya hanya ingin menikmati hidup. dan beginilah cara saya menikmati hidup dengan memaksimalkan semua potensi yang saya bisa lakukan” ungkap Samuel Sellan.
Bagi Samuel Sellan, keterbatasan fisik dan usia yang tidak lagi muda bukan menjadi penghalang untuk terus berkarya. Manusia terus berkarya, sebab itu adalah sebuah kebebasan lahiriah yang dimiliki semua orang.

Berikut profil singkat Samuel Sellan
Drs. Samuel Sellan adalah pendiri Yayasan Maranatha NTT. Tahun 2000, ia mendirikan Akademi Keperawatan (AKPER) Maranatha yang kemudian pada tahun 2003 bertransformasi menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Maranatha Kupang.
STIKes Maranatha adalah Sekolah Kesehatan pertama di NTT yang didirikan oleh putra daerah. Hingga saat ini, STIKes Maranatha masih berdiri tegak sebagai lembaga pendidikan tinggi kesehatan swasta di NTT.
Samuel Sellan juga dikenal sebagai penulis dan pencipta lirik lagu. Ia juga mendirikan persekutuan doa bagi keluarga besar Maranatha Groups.
Kilas Balik Awal Pendirian
Inisiatif Drs. Samuel Sellan mendirikan sekolah kesehatan merupakan bentuk kepeduliannya kepada masyarakat di daerah terpencil yang jauh dari fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan.
Lika-liku saat merintis sekolah kesehatan tidak mudah. Ia sempat mengalami masalah kesehatan hingga dirawat di rumah sakit. Setelah pulih, dampak dari sakit yang diderita membuat sebagian fisiknya tidak fleksibel.
Di tengah sakitnya, Samuel Sellan hanya menggantungkan harapannya kepada Tuhan dalam doa, agar perkataannya dapat dimengerti dan dipahami oleh banyak orang, terutama staf, dosen, dan mahasiswa STIKes Maranatha Kupang.
Berkat dukungan dari orang-orang di sekitarnya, kesehatannya mulai menunjukkan arah yang lebih baik.
Samuel Sellan kini telah banyak menuangkan pikirannya dalam beberapa buku yang digarapnya, salah satunya berjudul _Menalar Tanggung Jawab Sekolah Tinggi Kesehatan_. Di sampul buku tersebut tercantum sebuah kutipan:
_”Jangan bercerita tentang siapa dirimu, tetapi biarkan karyamu bercerita tentang dirimu.“_
Pesan tersirat dari kutipan di atas menjelaskan bahwa sikap dan perbuatan kitalah yang akan membuktikan siapa diri kita sebenarnya, baik di mata Tuhan, di hidup orang lain, maupun kontribusi kita untuk bangsa.
<postingan ini sudah pernah tayang di Web. Bintangsatunews.com pada januari 2024>
