Bintang-1.com/Bahasa Indonesia itu kaya banget. Salah satu penyebabnya karena bahasa kita menyerap banyak kosakata dari bahasa asing. Salah satu penyumbang terbesarnya adalah *bahasa Sansekerta*.
Sansekerta masuk ke Nusantara lewat agama Hindu-Buddha sejak abad ke-4 M. Pengaruh itu masih ada sampai hari ini, bahkan dalam percakapan sehari-hari.
Berikut beberapa kata serapan Sansekerta yang sering kamu pakai:
1. Agama
Artinya sistem kepercayaan. Kata aslinya dari Sansekerta _āgama_ yang berarti “kedatangan” atau “ajaran”. Sekarang jadi kata umum buat nyebut Islam, Kristen, Hindu, Buddha, dll. Cek kata agama Kamus UChicago

2. Bahas
Kata ini aslinya bhāṣā yang artinya “bahasa” juga. Yang lebih lucunya lagi. Untuk kata “bahasa” dalam Sansekerta dipakai buat nyebut bahasa Indonesia itu sendiri.
3. Manusia
Dari _mānuṣa_ yang artinya manusia. Kata ini netral & d dalam semua konteks formal & santai.
4. Dunia
Aslinya _duniya_ dalam Sansekerta, artinya alam semesta atau bumi. Sekarang dipakai buat nyebut “dunia” secara luas.
5. Surga dan Neraka
Dua kata ini dari _svarga_ dan _naraka_. Sekarang Masih dipakai untuk nyebut tempat balasan setelah mati dalam banyak agama di Indonesia.
6. Cinta
Dari _cintā_ yang artinya pikiran, perhatian, kasih sayang. Sekarang maknanya lebih ke perasaan kasih sayang ke lawan jenis.
7. Raja dan Ratu
- Rāja = raja, pemimpin laki-laki
- Rājñī = ratu, pemimpin perempuan
Kedua kata ini selalu dipakai buat nyebutin kepala kerajaan, bahkan di film dan dongeng.
8. Sastra
Dari _śāstra_ yang artinya ilmu atau tulisan. Sekarang jadi kata buat nyebut karya tulis sastra.
9. Pustaka
Aslinya _pustaka_ juga, artinya buku atau perpustakaan. Makanya ada “Perpustakaan Nasional”.
10. Negara
Dari _nagara_ yang artinya kota atau wilayah. Sekarang jadi istilah resmi buat menyebut sebuah negara.
Kenapa Banyak Kata Serapan Sansekerta yang Bertahan?
Karena Bahasa Sansekerta masuk lewat agama & kebudayaan tinggi di masa lalu. Kata-katanya dianggap halus, resmi, dan punya bobot. Makanya sering dipakai di dokumen negara, upacara adat, sampai nama tempat.
Contohnya: Nusantara, Pancasila, Dirgahayu, Bhineka Tunggal Ika. Semua itu asli Sansekerta.
Kesimpulan
Tanpa sadar, kita pakai bahasa Sansekerta tiap hari. Ini bukti kalau Bahasa Indonesia itu terbuka dan fleksibel dalam menyerap kosakata baru.
Kalau lo suka artikel kayak gini, cek juga artikel tentang [Kata Serapan Portugis] yang udah gue bahas sebelumnya.
