Serapan Belanda dalam Bahasa Indonesia. Kalau kamu ngomong “kantor”, “polisi”, atau “rekening” setiap hari, dan tidak sadar kamu sebenarnya lagi ngomong Bahasa Belanda tanpa sadar.bayangkan 350 tahun, Bahasa Belanda nyelip ke Bahasa Indonesia seperti bagian yang gak bisa dipisah.
Artikel ini bakal bedah darimana kata serapan baasa belanda. kenapa banyak, dan gimana cara ngenalin cirinya.
Kenapa Banyak Serapan Bahasa Belanda Bahasa Indonesia ?
3 alasan utama yang mempengaruhi serapan bahasa Belanda Masuk ke Indonesia :
1. Kolonialisme sebagai sarana serapan Belanda
VOC dan pemerintah Hindia Belanda berkuasa dari 1602 sampai 1942. Selama itu, Bahasa Belanda jadi bahasa administrasi, hukum, pendidikan, & militer. Orang Indonesia mau gak mau pakai istilah mereka buat urusan resmi.
2. Gak Ada Padanan Bahasa Melayu
Tujuan Banyak kata baru yang dibawa Belanda: karena, gak ada di Bahasa Melayu saat itu. Contoh: sistem pos, kereta api, rumah sakit modern. lebih gampang serap langsung daripada harus bikin kata baru,
3. Sekolah Belanda juga berperan penting
Sekolah ELS, HBS, dan MULO pakai pengantar Bahasa Belanda. Lulusan Sekolah nanti jadi pegawai, dokter, guru. Kosakata Belanda kebawa ke percakapan sehari-hari.

(4 Kategori)Serapan Belanda yang Sering Dipakai
Gampangnya Kita bagi jadi 4 kelompok besar, kata serapan bahasa Belanda
1. Administrasi & Hukum
(kelompok yang paling banyak). Sebab, Belanda membutuhkan sistem pemerintahan, makanya, istilah mereka diserap mentah-mentah.
Contoh:
- Kantor dari kantoor = kantor
- Polisi dari politie
- Rekening dari rekening = rekening bank
- Akta dari akte = akta kelahiran
- Notaris dari notaris
2. Teknologi & Transportasi juga menggunakan serapan belanda
Revolusi industri datang lewat Belanda. Kereta api, listrik, mobil semua bawa istilah baru.
contoh:
- Sepur dari spoor = rel kereta
- Stasiun dari station
- Telepon dari telefoon
- Mesin dari machine
- Bensin dari benzine
3. Makanan & Kehidupan Sehari-hari
Kata serapan belanda yang nyangkut di dapur dan pasar biasanya paling awet.
contoh:
- Kue dari koek
- Roti dari brood → masuk lewat Portugis, kemudian tapi diserap ulang lewat Belanda
- Kopi dari koffie
- Apel dari appel
- Bola dari bal
4. Pendidikan & Ilmu Pengetahuan
Universitas pertama di Indonesia pakai buku teks Belanda.
Contoh:
- Dokter dari dokter
- Universitas dari universiteit
- Fakultas dari faculteit
- Kimia dari chemie
- Biologi dari biologie
Ciri-Ciri Kata Serapan Bahasa Belanda
Biar kamu bisa nebak sendiri, perhatiin 3 ciri serapan ini:
1. Huruf ‘oe’ jadi ‘u’
Di ejaan lama Belanda, bunyi “u” ditulis “oe”. Pas diserap, jadi “u”.
Contoh: koek → kue, boek → buku, school → sekolah
2. Diakhiri ‘ie’ atau ‘ei’ juga menggunakan serapan
Banyak kata Belanda berakhiran -ie dan -ei yang dipertahankan.
Contoh: politie → polisi, chemie → kimia, energie → energi
3. Awalan ‘ge-‘ hilang atau berubah
Awalan ge- di Belanda sering dihilangkan pas diserap.
Contoh: gezondheid → kesehatan [lewat proses panjang], gebruik → pakai
Kata Belanda yang Masih Dipakai Sampai Sekarang
Yang menarik, banyak kata serapan ini udah gak dipakai lagi di Belanda modern. Tapi di Indonesia masih hidup.
Contoh:
- Rekening: Orang Belanda sekarang lebih sering pakai rekeningnummer atau bankrekening. Kata rekening doang udah kuno.
- Kantor: Di Belanda sekarang lebih umum kantoor buat kantor kecil, tapi kantoor juga jarang dipakai.
- Stempel: Dari stempel. Di Belanda sekarang diganti postzegel buat prangko.
Ini bukti kalau Bahasa Indonesia nyimpen “fosil bahasa” dari abad 19.
Penutup: Bahasa itu Warisan Hidup
Kata Serapan Belanda jutru nunjukin kalau bahasa itu gak statis. Dia nyerap, berubah, dan bertahan kalau emang berguna.
Tanpa kolonialisme, mungkin kita sekarang bilang “kantor” jadi “rumah kerja” atau “polisi” jadi “penjaga ketertiban”.
Lain kali denger kata “rekening” pas di ATM, inget aja: kamu lagi ngucapin sejarah 350 tahun dalam 1 kata.
