Kata Serapan Indonesia dari 5 Negara ini Dipakai Sehari-hari

ilustrasi orang berdiskusi menggunakan komunikasi verbal

Bintang-1.con/ Kata Serapan Indonesia dari 5 Negara berbeda, Coba dengerin lo ngomong 30 detik. 
“Gue mau download file, terus meeting di kantor pakai laptop.”

Kedengeran normal kan? 
Padahal 1 isi kalimat itu ada 5 kata serapan bahasa Indonesia dari bahasa berbeda lagi nongkrong bareng: Inggris, Belanda, Arab, Sanskerta, dan Melayu asli.

Bahasa Indonesia itu emang nggak malu jadi tukang campur. Gue sebut saja dia playlist campur. Dan ada 5 Negara yang paling sering nyelipin lagu di playlist kita:

Belanda: Spesialis Administrasi Kantoran

Belanda udah nongkrong di sini selama 350 tahun. Jadi wajar, kalau semua bau-bau administrasi, hukum, dan teknik itu suaranya dia. 
Ciri khasnya: ejaan udah disesuain biar gampang disebut.

Denger kata kantor, polisi, telepon, asuransi, notaris? Itu semua lagu dia. 
Yang lucu, kita udah ngerasa itu kata asli. Padahal asalnya dari kantoor, politie, telefoon.

Inggris: Raja Musik Viral

Yang ini baru nongol sekitar 20 tahunan, tapi langsung nge-dominasi. 
Dia nggak sabaran. Nggak mau ganti ejaan. Langsung gas pol.

Makanya sekarang lo bakal nemu download, email, viral, unfollow, spoiler di mana-mana. 
Bahasa Indonesia santai aja. “Ribet amat bikin kata baru. Pakai aja langsung.”

Ilustrasi bendera India, Arab, Belanda, Portugis, dan Inggris sebagai asal kata serapan

Arab: Spesialis Kosakata Agama & Moral

Arab masuk bareng Islam sekitar abad 13. Pengaruhnya dalem banget karena nyentuh ranah agama, hukum, dan etika sehari-hari.

Ciri khasnya: banyak kata yang kita pakai buat hal serius dan sakral.

Cntoh lagu Arab:
Ilmu, amal, sabar, ikhlas, halal, haram, nikah, zakat, doa, maaf, dunia, akhirat, syukur, adil.

Bahkan kata “Allah”, “Rasul”, “Quran” itu murni serapan Arab. 
Makanya kalau lo denger ceramah atau ngomongin hal agama, kosakatanya banyak yang dari sini.

Artikel Selanjutnya  Nama Hari Senin Bahasa Indonesia Berasal dari Arab?

Portugis: Sang Pembuka Jalan yang Terlupakan

Portugis yang dateng paling awal buat dagang rempah. Tapi cuma sebentar, jadi orang sering melupakan.
Padahal Portugis yang ninggalin kata-kata di dapur dan gereja.

Meja, garpu, sendok, jendela, sepatu, gereja, pesta.
Jadi pas lo makan pakai sendok di meja dekat jendela, lo udah nyanyi 3 lagu Portugis.

Sanskerta: Si Sepuh yang Ngatur Fondasi

Sansekerta adalah bahasa yang paling tua. Masuk pas zaman kerajaan Hindu-Buddha. 
Sang sekerta nggak ngurusin hal remeh. Bahasa ini ngurusin konsep besar: agama, filsafat, pemerintahan, seni.

Makanya kata bahasa, surga, neraka, raja, ilmu, budaya, negara itu semua punya (sansekerta). 
Bedanya dengan yang lain, bahasa ini nggak berubah banyak. Dari bhāṣā jadi “bahasa”. Dari svarga jadi “surga”. Setia banget.

Jadi kenapa bahasa kita bisa jadi begini?

Karena Bahasa Indonesia itu nggak punya gengsi. 
Dia nggak kayak Prancis yang marah-marah kalau ada kata Inggris masuk. 
Dia kayak pedagang. Yang penting laku, yang penting ngerti, gas aja.

Makanya satu kalimat lo bisa isinya 5 bahasa sekaligus dan orang tetap ngerti. 
Itu bukan kelemahan. Itu kekuatan.

Bahasa Indonesia bukan milik Melayu aja. 
Dia milik semua orang yang pernah mampir ke Nusantara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *